Pertanyaan
Mengapa pemula sering disarankan tidak menaruh semua dana investasi pada satu saham, dan bagaimana cara melakukannya tanpa merasa portofolionya jadi rumit? Pertanyaan ini muncul karena banyak pemula tergoda memusatkan dana pada satu emiten yang kelihatan menjanjikan. Padahal sebuah emiten, sebagus apa pun, tetap rentan menghadapi peristiwa tak terduga yang dapat menurunkan nilainya secara mendalam.
Pertanyaan turunannya: berapa emiten yang cukup, apakah harus ada banyak sektor, dan apakah memiliki reksa dana otomatis berarti sudah terdiversifikasi. Pelajaran tahap enam ini menjawab pertanyaan tersebut dengan tetap menjaga ritme pemula.
Jawaban Singkat
Diversifikasi portofolio adalah upaya membagi dana investasi ke beberapa pilihan agar dampak satu kesalahan tidak menjatuhkan keseluruhan portofolio. Untuk pemula, diversifikasi dilakukan secara wajar dengan memiliki sekitar lima sampai sepuluh emiten dari beberapa sektor yang berbeda. Tidak terlalu sedikit sehingga risiko terkonsentrasi, dan tidak terlalu banyak sehingga sulit diikuti.
Diversifikasi bukan jaminan keuntungan. Ia hanya menyebar risiko sehingga peristiwa buruk pada satu emiten tidak menghapus seluruh hasil belajar pembaca selama bertahun-tahun. Kombinasi yang baik adalah emiten dari sektor yang Anda pahami, dengan tambahan emiten dari sektor lain yang ingin Anda pelajari secara bertahap.
Penjelasan Mendalam
Mari kita lihat alasan mengapa diversifikasi penting. Sebuah emiten dapat mengalami masalah karena beragam sebab: perubahan regulasi, pergeseran selera konsumen, kegagalan investasi besar, atau krisis tata kelola. Ketika hal itu terjadi, harga saham bisa menurun tajam dan butuh waktu bertahun-tahun untuk pulih. Jika seluruh dana pembaca berada di emiten tersebut, pelajaran yang dipetik akan terasa mahal. Diversifikasi mengurangi kemungkinan satu peristiwa menjatuhkan seluruh capaian belajar.
Pertanyaan berikutnya adalah berapa banyak emiten yang sebaiknya dipegang. Penelitian akademik menunjukkan bahwa sebagian besar manfaat diversifikasi sudah tercapai pada portofolio yang berisi sekitar dua belas sampai dua puluh emiten yang sektornya berbeda. Untuk pemula, angka tersebut bisa terasa banyak. Karena itu kami menyarankan ritme bertahap: mulai dari tiga sampai lima emiten yang dipahami, lalu tambah satu emiten baru setelah pembaca benar-benar mempelajarinya, sampai menyentuh angka di kisaran tujuh hingga sepuluh.
Selain jumlah emiten, sektor yang dipilih juga perlu diperhatikan. Membeli sepuluh emiten dari sektor yang sama tetap menempatkan pembaca di risiko sektoral yang besar. Misalnya, sepuluh emiten ritel dapat terpukul bersamaan ketika ada gangguan jalur distribusi. Diversifikasi yang lebih sehat melibatkan emiten dari sektor konsumen, infrastruktur, keuangan, kesehatan, atau bahan baku, sesuai dengan pemahaman pembaca.
Kemudian ada pertanyaan tentang reksa dana saham. Reksa dana saham memang otomatis berisi banyak emiten karena manajer investasi menyebar dananya ke beberapa pilihan. Namun pemilik reksa dana tetap perlu memahami mandat reksa dana yang dipilih, agar tidak menumpuk dua reksa dana yang isinya mirip. Diversifikasi yang baik tidak hanya soal banyaknya wadah, tetapi juga keragaman isinya.
Diversifikasi juga dapat dilakukan lintas instrumen. Pemula dapat memadukan saham dengan obligasi atau reksa dana pendapatan tetap untuk meredam fluktuasi. Komposisi yang tepat bergantung pada usia, tujuan, dan kenyamanan pembaca. Pendekatan umum yang sering dipakai adalah menyesuaikan porsi saham mengikuti horizon waktu: makin lama horizon, makin nyaman porsi saham yang lebih besar.
Pemula juga perlu sadar akan batas diversifikasi. Memiliki terlalu banyak emiten dapat membuat pembaca kewalahan saat membaca laporan keuangan. Bila pembaca tidak punya waktu untuk mengikuti, jumlah emiten yang lebih sedikit dengan pemahaman yang dalam justru lebih baik daripada portofolio besar tanpa pemahaman. Diversifikasi tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti belajar.
Konteks dan Skenario
Skenario pertama adalah pembaca yang memulai dengan dana terbatas, misalnya beberapa ratus ribu rupiah per bulan. Pada tahap awal, pembaca cukup memilih dua emiten yang dipahami dengan baik, lalu menambah secara bertahap ketika kemampuan analisis berkembang. Tidak perlu memaksakan diri memiliki banyak emiten sejak awal hanya karena ingin terlihat terdiversifikasi.
Skenario kedua adalah pembaca yang sudah tiga tahun aktif investasi dan memiliki tujuh emiten. Pembaca dapat mengevaluasi apakah ketujuh emiten tersebut benar-benar berasal dari sektor yang berbeda. Bila ternyata lima di antaranya berasal dari sektor yang sama, ada baiknya menambah emiten dari sektor lain untuk menyebar risiko sektoral. Evaluasi semacam ini cukup dilakukan setahun sekali agar tidak mengganggu kebiasaan berinvestasi.
Skenario ketiga adalah pembaca yang ingin memadukan saham dengan instrumen lain. Pembaca dapat memilih reksa dana pendapatan tetap sebagai penyeimbang fluktuasi saham. Penambahan ini tidak menghapus risiko, tetapi dapat membuat pengalaman investasi terasa lebih tenang saat pasar bergejolak. Pemula yang tenang biasanya membuat keputusan yang lebih baik.
Setelah pelajaran tahap enam ini selesai, pembaca dapat melanjutkan ke tahap tujuh tentang memahami volatilitas pasar untuk pemula. Pemahaman tentang gerak naik turun harga akan melengkapi keterampilan diversifikasi yang baru saja dibangun, sehingga pembaca menjadi lebih siap menghadapi pasar dalam jangka panjang.
